Sehat Itu Mahal Harganya, Makanya Beli Yang Harganya Terjangkau Saja...

Senin, 30 September 2013

PAK HABIBIE, SOSOK YANG PENUH KHARISMA DAN RENDAH HATI


Hari itu pukul 09.00 di Hotel Pacific Batam, Kepulauan Riau, seorang sosok yang besar dan penting berkunjung dan bertemu sapa dengan ribuan guru dan siswa di Batam. Saya yang datang bersama 3 siswa saya, yang semuanya perempuan sudah tiba pukul 08.30 disana. Kami berempat diarahkan menuju tribun atas untuk duduk dan mengikuti acara. 


Hiruk pikuk acara sudah dimulai sekitar pukul 09.30. Acara pembukaan dibuka dengan tarian kreasi anak - anak dari sekolah Kartini dan penampilan anak tuna-netra yang bernyanyi dengan apiknya. Seluruh orang yang datang dihibur dengan sangat istimewa. 

Sekitar pukul 11.15, tamu istimewa yang dinanti pun datang. Sambutan meriah pun mulai bergemuruh di aula hotel yang berwujud kapal ferry tersebut. Tak henti-hentinya suara gemuruh mulai dari beliau datang hingga duduk, keramahan beliau tampak saat datang dengan melambaikan tangan ke seluruh tamu.



Ya beliau adalah Bapak Ir. Dr. Ing. BJ. Habibie atau lebih sering disapa Bapak Habibie. Hari itu, acara itu beliau datang karena menghadiri acara Silaturahmi HUT ke-35 YKB (Yayasan Keluarga Batam). Dalam acara tersebut, beliau banyak bercerita mengenai kenangan beliau bersama Ibu Ainun semasa sakit hingga selepas kepergian Ibu Ainun, begitu menyentuh cerita beliau. 

Beliau juga menyampaikann bahwa orang hidup harus memiliki cinta, cinta yang panca-tunggal. Cinta panca-tunggal meliputi : 
  1. cinta pada sesama manusia
  2. cinta pada karya sesama manusia
  3. cinta pada lingkungan sekitar
  4. cinta pada pekerjaan
  5. cinta pada Tuhan
Beliau mengatakan bahwa kita harus melaksanakan kelimanya agar hidup kita menjadi lebih baik. Pada kesempatan itu pula, beliau bercerita mengenai bukunya yang berjudul "Habibie dan Ainun" telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, seperti Mandarin, Jepang, Arab, Inggris dan Indonesia. Yang unik dari buku-buku itu adalah, setiap bahasa memiliki apersepsi mengenai buku tersebut. Ada yang menambahkan "Habibie and Ainun, The Power of Love" ada pula yang menuliskan "Habibie dan Ainun, 35 pesan cinta untuk Ainun



Di Akhir, Pak Habibie berpesan bahwa kita sebagai generasi muda harus bisa lebih baik dari jaman Pak Habibie. Pada jaman dahulu saja, beliau mampu membuat pesawat yang notabene pada jaman dahulu segala kebutuhan terbatas maka masa kini kita harus bisa lebih baik daripada jaman Pak Habibie dahulu karena jaman sekarang kebutuhan yang dibutuhkan lebih lengkap dan lebih baik.

Akhirnya acara itu diakhiri pukul 12.30 dan beliau melanjutkan untuk berkunjung ke acara beliau selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar